Dongeng Islami

[Dongeng Islami][bsummary]

Kutipan Qur'an

[Kutipan Quran][twocolumns]

Kran Merah Air Panas dan Kran Biru Air Dingin



Alkisah... Di suatu desa terpencil, jauh dari keramaian dan riuhnya kota... Jauh dari teknologi modern... Sebuah desa di kaki gunung yang tandus dan berbatu... mengakibatkan desa tersebut seringkali kekurangan. air dan cenderung mengandalkan supply air, dari hujan yang turun sesekali. Sehingga air menjadi sesuatu yang istimewa. Di tempat itu para penduduknya hanya menanam jagung dan beternak sapi dan kambing diakibatkan oleh keadaan.

Di desa itulah hidup seorang pedagang kaya raya bernama Parmin. Pedagang sekaligus pembeli ternak.

Hasil dagangannya di setor kepada bosnya di kota. Karena ketekunan dan keuletan serta kejujurannya
maka hampir semua penduduk desa mempercayainya, menjadikan ia seorang pedagang yang nyaris tanpa pesaing. Yaaa... seorang pedagang sukses.

Suatu hari ia mendapat undangan dari bosnya di kota untuk mempererat kongsi dagangnya. Maka di kota segala keperluannya difasilitasi oleh sang bos. Ia akan ditempatkan di sebuah hotel mewah dengan fasilitas yang lengkap dan berkelas.

Setelah tiba di hotel, oleh resepsionis ditunjukkannya ia sebuah kamar... Berjalan dengan gontai akibat kelelahan di perjalanan, ia masuk ke dalam kamar... Ia terpana sejenak melihat kemewahan kamar itu, "Sungguh indah kamar ini," pikirnya dalam hati. Direbahkannya badannya sehingga tak sadar ia telah tertidur dengan sangat pulas.

Selang tak berapa lama terdengar suara ketukan pintu membuat Parmin terjaga dari tidurnya. Lalu seorang room boy masuk dan menunjukkan semua ruangan di kamar itu, termasuk wastafel dan kamar mandi. Setelah itu parmin pun bergegas untuk mandi... Dibukanya kamar mandi lengkap bathub dan showernya...

Tapi ia terkejut karena tak ada air dikamar mandi itu, "Mana airnya???" kata Parmin dalam hatinya.
Bergegaslah Parmin memanggil room boy... Lalu room boy dengan tersenyum menjelaskan bahwa Pak Parmin tinggal menekan kran merah maka keluarlah air panas dan kran biru keluarlah air dingin.

Melihat hal itu Parmin tersentak dan takjub... Bagaimana bisa hanya dengan menekan kran merah keluar air  panas dan kran biru keluar air dingin... "Ajiiibbbb..." pikir Parmin.

Betapa mudahnya orang kota mendapatkan air... Tak perlu susah-susah cuman tekan kran merah keluar air panas dan tekan kran biru keluar air dingin...???

Tiba- tiba ia berpikir andai saja barang ini dibawa ke desanya, tentu akan sangat membantu.

Lalu parmin berkata, "Di mana aku dapatkan barang-barang ini...?"

"Banyak di toko bangunan, Tuan!" jawab room boy.

"Lalu yang membuat ruangan ini siapa?" kata parmin lagi.

"Tukang bangunan, Tuan"jawab room boy lagi. "Kalau Tuan mau, akan aku uruskan semuanya," tawar room boy.

Akhirnya terjadi deal antara Parmin dan room boy.

Pulanglah Parmin ke kampung halamannya dan mulai membangun kamar mandi yang sama persis dengan yang ada di hotel mulai dari jenis dan merk bahan-bahannya. Bahkan dengan tukang yang sama...

"Sebentar lagi desaku akan mendapatkan air yang melimpah," pikir parmin dalam hati. "Semuanya telah lengkap..tinggal dibangun saja," pikirnya lagi.

Singkat cerita akhirnya bangunan jadi... persis seperti kamar mandi yang di hotel.
Bangunan sama... merk sama... warna sama... bahkan tukangnya pun sama...!

Maka parmin sangat gembira... Dipanggillah semua penduduk kampungnya, "Wahai saudaraku semua... sebentar lagi kita tidak akan kekurangan air... Saya telah membangun sebuah ruangan yang bisa mendatangkan air... Anda tinggal tekan kran merah maka keluar air panas dan kran putih keluar air dingin..." katanya dengan sedikit bangga.

Semua penduduk menyambutnya dengan suka cita... Permasalaahan selama bertahun-tahun telah teratasi... kini mereka punya kran merah dan kran biru.

Lalu, "Saksikanlah!" teriak Parmin dengan lantang sambil memutar kran biru...

Shhhhhtttt... kran biru diputar... tak ada air yang keluar... Parmin gelagapan... "Tak ada air dingin."
Lalu ia putar kran merah... juga tak ada air... "Lalu kemana airnya?"

Kembali diputar terus menerus tetap saja tak ada air setetespun yang keluar...

"Apa yang telah terjadi?" pikir Parmin. "Bahan sama, merk sama, warna sama, tukangnya sama... tapi kok tak ada airnya?" kata parmin dalam hati lagi.

Para penduduk yang menyaksikan kejadian ini menjadi kecewa. Apa yang mereka impikan tidak menjadi kenyataan. Dengan marah parmin memanggil tukangnya...

"Kenapa bisa begini?" kata parmin.

"Maksudnya?" jawab tukang.

"Kenapa tak ada airnya, seperti yang dihotel?" kata Parmin.

Maka meledaklah tawa tukang batu tersebut. Dengan menahan tawa tukang itu menjelaskan bahwa di belakang hotel ada penampungan air yang dihubungkan dengan rangkaian instalasi pipa-pipa air menuju ke kamar mandi... Melalui pipa itulah air keluar, sedangkan kran merah dan biru hanya sebagai wadah saluran belaka...

"Saluran air dan instalasi pipa itu tidak kelihatan karena tertutup oleh tembok," kata tukang dengan sedikit cengegesan menahan tawa.

Rupanya Parmin tak tahu bahwa dibalik kran merah dan kran biru terdapat rangkaian instalasi yang telah diatur sedemikian rupa... yang walaupun tak nampak tapi dari situlah sumber air berasal...

Rezekimu... Hartamu... Jabatanmu....  Anak-anakmu...
Apakah berasal dari kamu?
Ataukah berasal dari kerja kerasmu semata?
Ataukah dari Khazanah Allah yang tak terlihat, yang telah di atur sedemikian rupa oleh Dzat yang Maha Kuasa Allah Jalla Jallalu...
Berapa banyak orang berhasil melewati penderitaan tapi gagal menghadapi nikmat yang diberikan oleh Tuhan-Nya.
Diakibatkan kesalahan dalam menilai keberhasilannya, ia merasa semuanya berasal dari kerja kerasnya dan tak ada campur tangan dari Tuhan Semesta Alam.
Jangan menjadikan diri kita seperti Qarun Laknatullah... Ketika ia miskin taat kepada Allah... Tapi ketika Allah memberinya kemewahan maka ia telah lupa bahwa kemewahannya itu berasal dari Allah Azza Wa Jalla...
Hartanya telah membuat ia jatuh dalam lembah kehancuran, sehingga Allah menenggelamkan Qa'run ke dalam tanah beserta hartanya.
Alam dan semua kejadian yang terjadi di semua waktu dan keadaan  telah diatur oleh Allah yang Maha Pengatur... Tuhan Semesta Alam... Allah Subhana Wa Ta'ala...

Wallahu A'lam.....











Tidak ada komentar:

Posting Komentar