Dongeng Islami

[Dongeng Islami][bsummary]

Kutipan Qur'an

[Kutipan Quran][twocolumns]

Bagaimana Aku Melihat Allah ( Part III ) - Alam Semesta Raya



Adakah segala sesuatu di alam semesta ini terjadi dengan sendirinya?
Ataukah alam ini terjadi karena ketidaksengajaan saja?
Ataukah alam ini memang ada karena diciptakan oleh Dzat yang Maha Hebat?

Mungkinkah bangku, meja, lemari ataupun tempat tidur di rumah kita itu terjadi dengan sendirinya yaitu tiba-tiba saja muncul secara misterius?

Rasa-rasanya hanya orang bodoh yang meyakini hal itu...

Ataukah bangku, meja, lemari ataupun tempat tidur di rumah kita itu terjadi karena hasil tabrakan yang tidak disengaja antara kayu dengan besi sehingga tiba-tiba saja menghasilkan perabotan-perabotan itu?

Mustahil dan terlalu mengada-ada untuk meyakini hal tersebut...

Ataukah ada ledakan hebat yang terjadi di rumah kita sehingga tiba-tiba saja muncul kursi, meja, lemari dan tempat tidur?

Hal yang mustahil untuk dicerna oleh akal pikiran...

Ataukah mungkin terjadi perkawinan silang antara kayu dan paku sehingga terjadi semua perabotan itu?

Lagi-lagi otak konyol saja yang dapat menerima teori tersebut.

Bagaimana mungkin perabotan itu bisa ada kalau tak ada yang merancangnya, merakitnya, mengaturnya, mengecatnya sehingga tampil cantik dan teratur...?
Jadi perabotan ada karena dirancang dan dibuat oleh tukang kayu.

Pesawat terbang ada karena dirancang dan dirakit oleh engineer perkapalan dan bukan hasil tabrakan besi dengan aluminium atau muncul secara misterius.

Bahkan tusuk gigipun ada yang rancang dan ada yang buat, barulah bendanya bisa wujud.

Lalu alam semesta ini beserta isinya apakah ada dengan sendirinya?

Ataukah ada yang merancang, mengatur dan menciptakannya?

Langit yang berwarna biru dengan warna yang sedap di pandang mata, kenapa bukan warna merah menyala atau hitam kelam saja semua warna langit itu?
Apakah kalau warna langit merah menyala atau hitam kelam maka sedap dipandang mata?
Rusaklah mata kita karena warna itu tak cocok untuk pandangan manusia.
Lalu siapa yang meletakkan warna biru pada langit sehingga sedap dipandang mata?

Dialah Allah meletakkan warna biru pada langit agar sedap dipandang karena yang merancang dan menciptakan pandangan kita adalah Allah..

Jarak antara Bumi dan Matahari sudah tepat pada jaraknya sehingga andaikan matahari ini maju sedikit saja dari jaraknya ke bumi maka bumi kita akan terbakar.

Atau matahari menjauh sedikit saja jaraknya dari bumi kita ini maka cahaya yang datang akan berkurang mengakibatkan kedinginan terjadi dimana-mana yang berdampak pada punahnya kehidupan di muka bumi.

Lalu siapakah yang mengatur jarak bumi dan matahari sehingga presisi?

Ataukah teratur dengan sendirinya?

Mustahil teratur dengan sendirinya. Jarak bangku di kelas saja musti diatur oleh siswa baru teratur jaraknya.

Apakah lagi ini?

Dan sudah pasti yang mengatur ini adalah Grand Designer yang Maha Hebat itulah Allah Tuhan Semesta Alam.
Tuhan yang semuanya bergantung kepada-Nya, Yang Mengatur segalanya, Yang menciptakan semuanya, Yang memberi kekuatan kepada makhluk-Nya, Yang menentukan segalanya.

Siang dan malam terjadi silih berganti untuk menjaga suhu Bumi agar tetap terjaga demi kelangsungan kehidupan di muka bumi ini...

Apakah yang terjadi kalau siang berlangsung selama 30 hari terus menerus sehingga temperatur bumi akan naik dan mengakibatkan kebakaran di mana-mana lalu kehidupan menjadi punah..

Ataukah malam juga 30 hari terus-menerus sehingga temperatur bumi anjlok pada level beku... Apakah masih ada kehidupan?

Apakah  lampu listrik di rumah kita teratur dengan sendirinya atau diatur oleh PLN?

Lalu siapakah yang menjadikan siang dan malam silih berganti?

Dialah Allah yang menjadikan siang untukmu guna beraktifitas dan malam sebagai tempat untuk beristirahat...
Dialah Allah yang telah merancang alam ini agar nyaman untuk ditempati...
Dialah Allah yang memerintahkan siang dan malam silih berganti dan tak akan pernah terjadi siang mendahului malam ataupun sebaliknya...

Lalu kurang apa lagi Allah kepadamu...
Dan Nikmat Tuhan manakah lagi yang kau dustakan?
Akhirnya... Ayo marilah kawan kita kembali kepada Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang...

Wallahu A'lam...






Tidak ada komentar:

Posting Komentar