Dongeng Islami

[Dongeng Islami][bsummary]

Kutipan Qur'an

[Kutipan Quran][twocolumns]

Bagaimana Aku Melihat Allah ( Part V ) - Antara Realita dan Keyakinan



Dalam bagian ini kita membahas tentang kenyataan yang terjadi di depan mata tapi sebenarnya adalah kepalsuan yang menipu dan kejadian-kejadian ini adalah kejadian yang sering terjadi di kehidupan sehari-hari kita...

Pernahkah Anda menarik uang di mesin ATM yang kemudian dari mesin itu keluar uang kertas dengan nilai nominal tertentu?

Di depan mata kita mesin ATM ini yang mengeluarkan uang...tapi benarkah uang itu milik ATM?
Karena realita yang terjadi di depan mata kita uang berasal dari mesin ATM...
Ternyata oh ternyata uang yang keluar itu adalah uang saya sendiri yang berada di BANK bukan uang mesin ATM.
Mesin ATM hanyalah asbab untuk mengambil uang kita...

Lalu dimana keyakinan Anda apakah uang itu milik ATM atau milik saya yang berada di BANK?

Tentu saja kalau orang yang paham hakikat mesin ATM dia tentu tahu dan mengerti tentang kejadian ini.

Pernahkah Anda menerima wesel dari Pak Pos?

Ketika Anda menerima wesel itu maka Pak Pos-lah yang Anda lihat di depan mata Anda yang memberikan anda, yang berbicara dengan anda, yang mengantar ke rumah anda.
Tapi yakinkah Anda bahwa wesel itu adalah dari Pak Pos?

Ataukah dari seseorang yang mungkin saja anak Anda yang berada di Malaysia... maka hal itu baru diketahui setelah nama pengirimannya terlihat.

Dan ternyata oh ternyata rupanya wesel itu bukanlah berasal dari Pak Pos tapi anak saya yang mengirimnnya dari Malaysia melalui jasa Pos. Pak Pos hanyalah asbab untuk mengantar kiriman itu yang hakikatnya kiriman itu berasal dari anak saya yang berada di Malaysia...

Lalu di mana keyakinan Anda saat itu?

Tentu saja orang yang paham hakikat kerja dari Jasa POS akan paham tentang kejadian ini...

Pernahkah Anda melihat orang yang menelepon?

Di depan mata Anda... kita melihat dan mendengar dia berbicara dengan telepon yang mengeluarkan suara..

Tapi yakinkah Anda bahwa dia berbicara dengan telepon?

Atau berbicara dengan seseorang yang entah ada dimana...
Tapi realita di depan mata kita menyatakan dia jelas-jelas berbicara dengan telepon dan tak ada orang di situ?

Lalu di manakah keyakinan Anda saat itu?

Berbicara dengan mesin handphone atau dengan seseorang?
Apakah Anda percaya mata Anda atau keyakinan Anda?

Sebuah kejadian yang simpel... namun memerlukan ketelitian untuk mengambil kesimpulan bahwa orang itu berbicara dengan orang lain bukan dengan mesin handphone. Handphone hanyalah sebuah asbab untuk mendengar dan membalas panggilan dari orang lain...

Tentu saja orang yang paham kerja mesin handphone akan mudah untuk mengerti dan paham tentang hal ini.

Tapi orang yang tak mengerti tentang cara kerja handphone kemungkinan besar akan mengatakan bahwa "orang itu gila" berbicara dengan benda mati...

Pahamilah bahwa semua hal yang terjadi di dunia ini telah diatur oleh Allah yang Maha Pengatur Segala Kejadian.

Dialah Allah yang memberi kita rejeki melalui manusia... perdagangan.. perkebunan ataupun dari perkantoran.

Realita menyatakan pendapatan kita berasal dari manusia, perdagangan, perkebunan ataupun dari perkantoran... tapi hakikatnya itu berasal dari ALLAH melalui asbab-asbab itu.

Tentu saja orang yang paham bahwa semua miliknya berasal dari Allah tentu akan banyak bersyukur kepada-Nya...

Berusaha untuk menaati-Nya sekuat daya dan upayanya karena dia yakin Allah-lah yang menentukan segala-segalanya...

Sehingga dia menjadikan Allah Tuhan Semesta Alam sebagai Pelindungnya, Penjaganya, Andalannya, Sesembahannya dan tempatnya mengadukan segala keluh kesahnya.

Tapi orang yang tak paham tentang hal ini... pasti dan pasti akan kehilangan jalan yang benar... terus menerus berkutat dengan benda-benda mati yang tak bisa memberikan manfaat dan mudharat... karena keyakinan yang salah dalam dirinya...

Maka marilah kita jadikan Allah sebagai tempat meminta, memohon, mengharap dan mengadu segala problema kehidupan ini... Karena hanya Allah lah yang bisa menyelesaikan masalah tanpa masalah...
Akhirnya kita berasal dari-Nya dan akan kembali Kepada-Nya...

Ayoooo... marilah kawan kita kembali kepada Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang...

Wallahu A'lam...





Tidak ada komentar:

Posting Komentar