Dongeng Islami

[Dongeng Islami][bsummary]

Kutipan Qur'an

[Kutipan Quran][twocolumns]

Rezekiku belum habis?





Derap kaki kuda bergerombol disertai teriakan-teriakan "Buru, kepung,jangan sampai lolos" Hiruk pikuk rombongan sang pangeran memburu seekor rusa yang terkena anak panah yang berlari dengan kelimpungan dan ketakutan.

Akhirnya rusa terjatuh kelelahan, disertai teriakan-teriakan kegembiraan dari para pemburu yang terdiri dari prajurit-prajurit kerajaan beserta sang pangeran.
Dengan senyum bangga sang pangeran mendekati rusa yang telah tak berdaya," cukup untuk hari ini, kita telah mendapatkan beberapa ekor hewan buruan' Kata sang pangeran sambil berlalu dari tempat itu.

Kembali ke perkemahan di waktu siang hari sang pangeran duduk di kursi, dikelilingi oleh para pengawalnya bersiap untuk santap siang..sambil bercengkerama satu sama lain mereka menyantap makanan yang telah dihidangkan...sang pangeran mengambil sepotong roti...lalu di celupkan ke kari daging bersiap untuk dimasukkan ke dalam mulutnya, Tapi tiba-tiba sekelabat bayangan menyambar roti di tangan sang pangeran, wusssss..terdengar kepakan sayap diiringi teriakan marah sang pangeran.."Burung sialan, beraninya engkau mengambil makananku".

Rupanya seekor burung elang telah menyambar makanan sang pangeran dan membawanya terbang tinggi ke angkasa..
Dengan geram sang pangeran berteriak 'Buru burung itu, beraninya ia mengambil makanan yang sudah ada di tanganku"
Sontak semua prajurit bergerak ke arah kuda-kuda mereka diikuti oleh sang pangeran..meninggalkan makan siang mereka...

Sang elang terus terbang tinggi sambil membawa roti pangeran di kakinya...sementara pangeran dan prajuritnya terus mengejar burung itu sambil melepaskan anak-anak panah ke arah burung elang..tapi tak ada satu anak panahpun yang mengenai burung elang itu.

Hingga di suatu bukit burung elang itu bermanuver dan melepaskan roti sang pangeran ke bumi....lalu kembali terbang tinggi kelangit...menyisahkan para prajurit dan pangeran yang memandang tanpa daya.

Tak beberapa lama sang pangeran tiba di tempat dimana roti itu terjatuh...Tapi tak disangka ia terperanjat kaget melihat kejadian yang terjadi di depan matanya..seekor ular terperangkap tertindis kayu dan  dalam keadaan terluka,  sehingga tak bisa ke mana-mana sedang memakan potongan roti sang pangeran dengan lahapnya..rupanya ular ini benar-benar kelaparan.

Pangeran berdiri sejenak dan tertegun melihat kejadian ini, lalu terlintas di pikirannya tentang alur kejadian yang baru saja di alaminya, tentang burung elang dan ular ini.
"Bukankah ular adalah makanan burung elang, lalu mengapa burung itu mengantarkan makanan untuk ular ini"Pikir pangeran dalam hatinya. 
" Ular ini dalam keadaan tak berdaya tentu mudah bagi elang untuk mencabik dan memakannya" lanjutnya dalam hati
'Ataukah Allah telah memerintah burung elang ini mengirimkan makanan bagi si ular"pikirnya lagi
Aneh sekali pikir sang pangeran meninggalkan tempat itu.

Sesampainya di perkemahan pangeran terus merenungi kejadian itu dan tak habis fikir mengenai hal ini.."Rezeki ular itu telah di antar oleh burung itu"
"Lalu siapa yang menyuruh burung itu"lagi-lagi sang pangeran berfikir.
"Benarkah Allah telah menjamin rezeki makhluk-Nya sehingga ia tak akan mati sebelum rezekinya itu habis?" tanya pangeran dalam hati.
kejadian ini terus membayanginya hingga ia pulang ke istana...di istana dia menelaah kejadian itu dan menimbulkan pertanyaan untuknya, betulkah rezeki kita telah di tentukan dan kita tak akan mati sebelum rezeki itu habis?

Betulkah?

Lama ia berfikir hingga ia merasa harus membuktikannya sendiri.Tapi dimana? pikirnya
Di istana inikah? tak mungkin disini semuanya telah tersedia.
"Kalau begitu saya harus keluar istana dan membuktikannya sendiri"pikirnya lagi.

Akhirnya di tengah malam gelap gulita sang pangeran keluar dari istana dengan pakaian biasa layaknya seorang pengembara.
Berjalan dan terus berjalan hingga ia tiba di sebuah gua yang gelap di tangah padang pasir yang tandus..tak ada tanda kehidupan.
Masuk dan duduk di dalam gua itu, sang pangeran berkata" disinilah aku akan duduk menanti, tanpa berbicara dan bergerak sedikitpun hingga ketentuan berlaku padaku".

Beberapa jam telah berlalu tak ada kejadian apa-apa, pangeran tetap duduk terdiam.. hanya suara guntur yang menggelegar bersahutan bertanda akan turun hujan di daerah itu.
Hujan deras mengguyur daerah itu, merupakan kejadian agak langka mengingat daerah itu adalah padang pasir...sementara sang pangeran masih saja terdiam tanpa melakukan apapun.
Kembali beberapa waktu telah berlalu keadaan masih saja belum berubah hanya hujan yang terus mengguyur ke muka bumi, sang pangeran mulai lelah dan menggigil akibat kedinginan.

Putus asa mulai timbul dalam hatinya...hingga tiba-tiba terdengar percakapan beberapa orang dari luar gua.
"Tempat ini cocok untuk berteduh"kata orang diluar
"Panggil kawan-kawan kita untuk berteduh di gua ini, sepertinya agak lapang" kata orang diluar tanpa menyadari adanya sang pangeran didalam gua.

Rupanya rombongan kafilah dagang yang kebetulan lewat mencari tempat berteduh.
Akhirnya ramailah tempat itu oleh orang-orang.
"Nyalakan api"kata salah seorang dari mereka didalam gua.
Maka api di nyalakan, kayu-kayu dikumpulkan sehingga terbentuklah api unggun di dalam gua itu, begitu api membesar maka terlihat sang pangeran didalam gua sedang duduk dengan merangkul lututnya menandakan bahwa ia sedang kedinginan.....
Melihat hal itu sontak rombogan kafilah menjadi kaget..rupanya ada orang didalam gua ini...yang sedari tadi mereka tak menyadarinya...

Seseorang berkata" wahai saudara siapakah anda?
Pangeran terdiam tak berbicara sepatah katapun.

lalu yang lain berkata lagi " wahai saudara darimanakah anda?
Kembali sang pangeran terdiam seribu bahasa
lalu mereka mulai mendekatinya, mengoyang-goyangkan badannya..tapi tetap saja pangeran tak berbicara sedikitpun.

"Mungkin dia kelaparan dan kedinginan sehingga tak bisa lagi bergerak" celutuk seseorang di rombongan itu.

"Mungkin saja, ayo berilah makanan mungkin setelah makan ia akan berbicara" jawab yang lain.

Lalu dihidangkanlah kue-kue kering dihadapan sang pangeran tapi tetap saja ia tak bergerak dan menyentuh makanan itu.

Maka rombongan kafilah menjadi bingung karena makanana tak disentuh sedikitpun.
"Coba ambil dan suapi dia"kata salah seorang dari mereka
maka satu orang maju mengambil makanan yang ada didepan pangeran dan mulai menyuapinya, tapi sayang mulut orang itu tak mau terbuka.

"Aneh, mulutnya tak mau terbuka" kata orang yang menyuapi

"Mungkin dia terlalu kedinginan dan kelaparan sehingga sulit untuk membuka mulutnya"lanjut salah seorang dari mereka

"coba kau paksa membuka mulutnya dan masukkanlah  makanan ke mulutnya"saran mereka
dua tiga orang berdiri, satu orang memegang kepala pangeran yang lainnya memegang mulutnya dan yang satunya bersiap menyuapinya.

Maka dibukalah mulut pangeran dengan paksa dan dengan cepat makanan itu di masukkan ke dalam mulutnya, lalu salah seorang dari mereka memukul-mukul tengkuk untuk mempermudah masuknya makanan itu.

Menyadari hal itu sang pangeran tiba-tiba tertawa terbahak-bahak sambil berkata" Rupanya rezekiku belum habis"
"hahahaaaa,hahaaa"tawanya menggema di dalam gua.
"Rezekiku belum habis dan betul kata ulama..anda takkan mati sebelum rezekimu habis"lanjut sang pangeran sambil tertawa terbahak-bahak membuat para rombongan kafilah menjadi kebingungan.
Akhirnya gua itu hanya terdengar suara tawa sang pangeran.....

Perhatikanlah orang yang sakit..mereka tak bekerja tapi mereka tetap mendapat rezeki.

Perhatikanlah para tahanan.... mereka tak bekerja tapi tetap mendapat rezeki.

Perhatikanlah orang yang sedang koma di rumah sakit...mereka tak bergerak sama sekali tapi tetap mendapat rezeki melalui jarum infus

Perhatikanlah trilyunan makhluk hidup diseluruh alam semesta....dari yang terkecil sampai yang terbesar mereka pasti mendapat rezeki.

Perhatikanlah berapa banyak makanan yang harus disediakan untuk semua makhluk -makhluk ini?

Perhatikanlah siapakah yang mampu menanggung rezeki trilyunan makhluk-makhluk itu sejak di ciptakannya alam semesta ini?

Siapakah yang memberi mereka rezeki?

Tentu saja ia adalah Dzat yang maha kaya raya yang tak pernah kehabisan stok dan tak akan pernah habis.......

Dialah Allah sang Pemberi Rezeki kepada semua makhluknya.
Dialah Allah yang Maha kaya Raya...
Dialah Allah yang memberi mereka makan dan minum....
Dialah Allah yang mengatur rezeki makhluknya...
Maka mintalah kepada Allah..agar rezekimu di mudahkan dengan cara menaati-Nya dan ikut Sunnah Nabi-Nya..karena hanya itu jalan untuk mendapatkan rezeki yang barakah...

Wallahu A'lam.

Disadur dari cerita para ulama









Tidak ada komentar:

Posting Komentar