Dongeng Islami

[Dongeng Islami][bsummary]

Kutipan Qur'an

[Kutipan Quran][twocolumns]

Kenapa Dia Begitu?



Kenapa dia malas?
Janganlah anda mencelanya...!!!
Tapi tanyakan kenapa ia menjadi malas...?

Kenapa dia nakal?
Janganlah anda mencelanya...!!!
Tapi tanyakan kenapa ia menjadi nakal...?

Kenapa dia mencuri?
Janganlah anda mencelanya...!!!
Tapi tanyakan kenapa ia mencuri...?

Kenapa dia berbohong ?
Janganlah anda mencelanya...!!!
Tapi tanyakan kenapa ia bohong...?

Berapa banyak orang yang hanya bisa mencela... tapi tak bisa memberikan solusi.
Bukankah setiap manusia diuji dengan berbagai cobaan dalam hidupnya?
Bukankah kita hanya tahu sedikit dari mereka?
Bukankah kita tak tahu... siapa yang nantinya akan selamat?

Janganlah menjadi pencela...!!!
Tapi jadilah pemberi solusi...
Celaan menghasilkan dosa tapi solusi menyelesaikan masalah.

Seperti seorang dokter..
Yang memberi solusi tapi tak pernah mencela pasien dan penyakitnya.
Bagaimana andai sang dokter cuma mencela penyakit dan pasiennya?
Apakah penyakitnya akan sembuh...? Tentu tidak!
Tapi dokter memberi solusi mengatasi penyakit itu agar pasien bisa sembuh.

Suatu hari ada seorang pemuda yang mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Wahai Rasulullah, izinkan aku berzina!”

Orang-orang pun bergegas mendatanginya dan menghardiknya, “Diam kamu! Diam!”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Mendekatlah.”

Pemuda itu pun mendekat lalu duduk.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, “Relakah engkau jika ibumu dizinai orang lain?”
“Tidak, demi Allah, wahai Rasul!” sahut pemuda itu.
“Begitu pula orang lain, tidak rela kalau ibu mereka dizinai.”

Lanjut Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Relakah engkau jika putrimu dizinai orang?”
“Tidak, demi Allah, wahai Rasul!” pemuda itu kembali menjawab.
“Begitu pula orang lain, tidak rela jika putri mereka dizinai.”

“Relakah engkau jika saudari kandungmu dizinai?”
“Tidak, demi Allah, wahai Rasul!”
“Begitu pula orang lain, tidak rela jika saudara perempuan mereka dizinai.”

“Relakah engkau jika bibi – dari jalur bapakmu – dizinai?”
“Tidak, demi Allah, wahai Rasul!”
“Begitu pula orang lain, tidak rela jika bibi mereka dizinai.”

“Relakah engkau jika bibi – dari jalur ibumu – dizinai?”
“Tidak, demi Allah, wahai Rasul!”
“Begitu pula orang lain, tidak rela jika bibi mereka dizinai.”

Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam meletakkan tangannya di dada pemuda tersebut sembari berkata, “Ya Allah, ampunilah kekhilafannya, sucikanlah hatinya, dan jagalah kemaluannya.”

Semenjak saat itu tidak ada yang paling di benci pemuda itu kecuali zina.

Bukankah Rasul tidak mencelanya..bahkan memberinya nasehat dan mendoakannya..
Bukankah ini teladan yang baik dari seorang yang paling mulia..
Bukankah kita umat Rasulullah?

Telah ada pada Rasulullah suri dan contoh tauladan yang baik..

Stop menjadi pencela!!!
Jadilah pemberi solusi yang memberi manfaat..
Ajaklah manusia kepada kebaikan walaupun kau belum melakukan kebaikan itu..

Wallahu A'lam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar