Dongeng Islami

[Dongeng Islami][bsummary]

Kutipan Qur'an

[Kutipan Quran][twocolumns]

Siburuk Rupa yang Cantik...




Menetaslah seekor ulat bulu diatas daun sebuah pohon di pinggir sungai...mengeliat-liat untuk melepaskan cangkang telur yang masih menempel ditubuhnya....hingga akhirnya ia pun merasa lega.

Berjalan sebentar..lalu tercium aroma daun segar yang memancing untuk disantap..entah darimana datangnya rasa lapar itu..sehingga segera saja ia menyantap daun segar tempat ia menetas....dan terpuaskanlah rasa lapar si ulat bulu ini.
Rasa lapar telah berlalu, berjalan ia memperhatikan sekitarnya...tampak indah dan tenang..nyaman rasanya.

Hari berlalu tubuhnya semakin besar dibarengi oleh tumbuhnya bulu-bulu yang tajam dan beracun..sehingga ia nampak seperti monster kecil.
Tak sadar akan perubahannya ia berusaha mencari seorang  yang dapat di jadikan teman.....

Selang beberapa lama melompatlah beberapa ekor belalang...dengan tersenyum penuh harap si ulat bulu mendekati kawanan belalang tersebut..
Tapi belum keluar sepatah kata...kawanan belalang kembali melompat meninggalkan  si ulat bulu yang menatap kepergian belalang dengan diam termangu...
"ohh..rupanya mereka terlalu sibuk"gumam belalang dari dalam hatinya.

Lalu muncullah burung penghisap madu..mengepakkan sayapnya mendekati sekuntum bunga..kembali si ulat bulu mendekat dengan penuh harap..tapi apa nian begitu melihat si ulat bulu..dengan cepat burung itu terbang tinggi..seakan-akan menghindar darinya...

Lalu kembali muncul seekor kumbang ...yang berjalan perlahan tanpa menyadari akan kehadiran si ulat bulu...berjalan dengan santainya ..tiba-tiba si kumbang terperanjat ketika di depannya telah ada seekor ulat bulu dengan duri-durinya yang beracun..hendak lari sulit..hendak mundurpun jauh lebih sulit..maka ia terdiam dengan perasaan ketakutan akan bulu-bulu yang beracun itu...

Dilain sisi ulat bulu tersenyum rupanya telah ada kawan yang bisa diajak untuk bercengkerama.maka mulailah ulat bulu ini mendekati sang kumbang..tapi anehnya sang kumbang justru beranjak mundur dengan wajah yang semakin pucat akibat ketakutan..makin maju si ulat maka semakin mundur si kumbang..maju ..mundur ..maju ..mundur hingga akhirnya si ulat bulu merasa ada sesuatu yang aneh...

lalu ia berkata"ada apa denganmu, sepertinya engkau ketakutan melihatku"

"bukan lagi ketakutan..tapi aku ingin meninggalkanmu"jawab sang kumbang.

"Apa..kenapa engkau ingin meninggalkanku " kata ulat bulu lagi

"Padahal saya hanya ingin berteman denganmu" tambahnya lagi

"apa!..tidak , saya tak ingin berteman denganmu ..engkau adalah makhluk menakutkan yang beracun"jawab si kumbang dengan ketakutan.

"Lihatlah dirimu, sudah menakutkan,berduri dan beracun lagi..tak ada yang mau berteman denganmu"Jawab si kumbang sambil mengepakkan sayapnya berlalu dari hadapan si ulat bulu.

Terperanjat kaget si ulat terdiam seribu bahasa..mendengar kata-kata yang baru saja keluar dari lisan si kumbang...
Terus terdiam..tak tahu harus bagaimana..perasaan campur aduk berkecamuk di benak si ulat bulu..
Kembali terdiam.."betulkah saya makhluk yang menakutkan dan beracun?"pikirnya dalam hati.

Sedih dan terpukul..hancurlah hatinya..dipandanginya tubuhnya yang berbalut duri-duri tajam..yang menakutkan.
"betul, aku adalah si buruk rupa"akunya lagi
"aku adalah makhluk yang tak berguna" teriaknya dengan putus asa.
"Betul-betul menakutkan dan tak berguna"teriaknya lebih keras.

Dalam rasa putus asa ..dari atas daun di pandanginya air sungai yang mengalir deras ..tiba-tiba terbersit rasa untuk melompat kedalam dan menjadi santapan ikan-ikan.
Berjalan dan berjalan..mendekat dan mendekat ke ujung daun..tekad sudah bulat "inilah akhir kehidupanku" Pikirnya dalam hati
Terpejam matanya hendak menceburkan diri...lalu tiba-tiba kepakan sayap-sayap halus berdesir di hadapannya..dan suara yang lembut menyusul "apa yang kau lakukan?"
suara itu membuyarkan aksinya..di bukanya matanya..dilihatnya.. didepannya sedang terbang seekor makhluk yang sangat cantik..
Dengan sayap yang besar dan warna-warna yang memikat hati..tubuh proposional dengan kepakan sayap yang halus.
"Duh..makhluk apakah ini? ..betul-betul sangat cantik dan mempesona..belum pernah ku lihat makhluk secantik ini" terpesona hingga ia lupa akan niatnya semula.

"Apakah yang kau lakukan" kata makhluk cantik itu  dengan lembut.

"saya hendak melompat ke sungai ini" jawab si ulat bulu.

Dengan sedikit terkejut makhluk cantik itu berkata"Janglah kau lakukan hal itu, itu bukanlah solusi terbaik".

"Coba ceritakanlah keadaanmu,mungkin aku bisa memberimu solusi" lanjut makhluk cantik itu.

Maka mulailah si ulat bulu itu menceritakan kisah hidupnya dan penolakan-penolakan yang terus diterimanya sedangkan makhluk cantik itu mendengarnya dengan tersenyum-senyum.
Dengan wajah murung si ulat bulu menyelesaikan kisah hidupnya.

"Akupun pernah mengalami hal seperti itu" kata makhluk cantik

"betulkah"jawab ulat bulu dengan terkejut.

"Ya, betul..tapi itu hanyalah sementara dan kalau kau mau bersabar serta mau terus melanjutkan hidupmu maka kelak engkau akan menemukan  dirimu menjadi seperti aku" nasehat makhluk cantik itu kepada si ulat bulu.

"betulkah" kembali ulat bulu itu terkejut mendengar jawaban dari makhluk cantik itu

"ya..jangalah putus asa..ayo semangatlah..andai kau tahu siapa dirimu sebenarnya maka pasti kau akan bersyukur"lanjut makhluk cantik itu
maka nasehat dan semangat terus diberikan makhluk cantik itu kepada si ulat bulu hingga akhirnya timbullah tekad yang kuat dalam diri siulat bulau itu untuk terus melanjutkan hidupnya.

"Ya, saya akan berusaha sungguh-sungguh untuk hidup ini" kata ulat bulu dengan tekad yang kuat dalam hatinya

Hari berganti si ulat bulu melanjutkan kehidupannya dan sedikit demi sedikit nampaklah perubahan dalam dirinya..dari ulat bulu menjadi kepompong  (pupa) dan selama kurang lebih 7 sampai 20 hari mengalami masa metamorfosis lalu keluar menjadi kupu-kupu ( imago ).

Dan sekarang terlahirlah seekor makhluk cantik nan menawan yang berasal dari seekor ulat bulu (larva) yang menakutkan.

Dipandanginya tubuhnya yang cantik lalu berkata" andai aku tak bersabar dalam hidup ini mungkin aku telah terjatuh dalam kebinasaan" kata kupu-kupu itu dalam hatinya.
Di kembangkannya sayapnya terbang tinggi di antara bunga-bunga cantik.



Hampir semua manusia pernah mengalami fase ulat bulu ini...

Terpuruk, terkucilkan dan frustasi dalam hidupnya...karena hidup adalah ujian dan hal itu adalah hal wajar karena kita manusia bukanlah makhluk yang tanpa dosa seperti malaikat, namun juga bukan seperti setan yang terus melakukan dosa tanpa berbuat amal...

Manusia tetaplah manusia yang dhaif..tapi haruskah kita terus menjadi ulat bulu???
Haruskah kita terus menerus dalam dosa dan kemaksiatan???
Ataukah kita mau berubah menjadi kupu-kupu cantik???

Untuk itu pertama kita harus menumbuhkan niat yang kuat untuk hijrah dari kemaksiatan kepada kebaikan..bukankah Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum kalau kaum itu tak mau merubah nasibnya sendiri???
dan itu butuh perjuangan yang berat dan hanya pejuang-pejuang gigih yang dipilih oleh Allah yang bisa melakukan hal itu.

Untunglah Tuhan kita memiliki sifat yang maha Pengasih dan Penyayang maka di utuslah 
para Ambiya Alaihissalam...untuk menuntun kita supaya menjadi makhluk cantik di akhir hayatnya kelak walaupun berasal dari ulat bulu yang menakutkan.

Maka telah ada Kitabullah Al-Qur'an dan Hadits-hadits Rasulullah sebagai rujukan yang di implementasikan oleh para Ulama sebagai pedoman hidup dunia dan akhirat.


Wallahu A'lam.


by.CeritaUlama.com















Tidak ada komentar:

Posting Komentar